jump to navigation

Upaya Mempersempit Disparitas Harga April 3, 2008

Posted by rico_bae in - Ekonomi.
Tags:
trackback

DISPARITAS harga yang besar antara di tingkat petani dan di pasar kabupaten serta provinsi untuk komoditas perkebunan rakyat-kopi, pinang, kelapa dalam, dan karet-di Provinsi Jambi sudah lama berlangsung. Termasuk juga di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di sini juga berlaku ungkapan klise, naiknya harga komoditas perkebunan belum tentu atau tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Yang sering terjadi adalah petani tidak menikmati kenaikan harga itu akibat minimnya informasi, akses pasar, dan tata niaga yang tidak efisien serta infrastruktur yang buruk. Sebaliknya, kalau harga turun petani langsung menerima harga rendah. Misalnya, tiga tahun lalu harga kelapa dalam di tingkat petani di Kecamatan Tungkal Ilir hanya Rp 180 per butir, sedangkan di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, Rp 800-Rp 1.000 per butir.

Harga biji kopi torabika di tingkat petani di parit-parit di Kecamatan Betara dan Pangabuan Rp 9.000, sementara di Kualatungkal Rp 12.000 per kg. Jarak antara Tungkal Ilir dengan Kota Jambi hanya 120 km, dan jarak Kecamatan Betara dan Kecamatan Pangabuan dengan ibu kota kabupaten, Kualatungkal. hanya sekitar 20-30 km.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) memiliki komoditas perkebunan lebih beragam dibanding kabupaten lainnya di Provinsi Jambi. Di kabupaten ini terdapat kebun kopi seluas 2.250 hektar, kebun pinang 1.350 hektar, kelapa dalam 57.000 hektar, dan karet 13.500 hektar.

Selain itu, di daerah ini ada sekitar 42.500 hektar perkebunan kelapa sawit. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan perkebunan kelapa sawit dengan pola perusahaan inti rakyat (PIR) dan perkebunan besar swasta nasional. Sementara di kabupaten lain, seperti Muaro Jambi, Batanghari, Tebo, Bungo, Sarolangun, dan Merangin, hanya ada dua komoditas, yaitu karet dan kelapa sawit.

Sentra produksi kopi torabika dan robusta serta pinang di Tanjabbar berada di dua kecamatan, yaitu Betara dan Pangabuan. Produksi kopi tahun lalu 1.155 ton dan pinang sekitar 500 ton. Umumnya, petani kopi adalah juga petani pinang karena pinang ditanam sebagai tanaman pelindung di sekeliling tanaman kopi. Beragamnya produksi perkebunan dan dengan ditopang hasil perikanan laut mendorong ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat hidup, berkembang pesat, dan tumbuh menjadi kota bisnis.

Namun, diversifikasi dan luasnya kepemilikan ladang atau kebun kopi oleh petani di Tanjabbar menyebabkan sebagian besar ladang tak dipelihara dengan baik. Ladang tidak bersih, penuh semak dan rumput pengganggu. “Saya tidak pernah memupuk kebun kopi sejak ditanam tahun 1979 lalu. Tanam kopi torabika itu tumbuh dan berbuah hanya dengan berkah dari alam,” kata Misno.

“PETANI tidak tahu kalau tanaman kopi ini harus dipupuk dan menggunakan pupuk jenis apa,” kata Janimin (42), petani yang mengaku memiliki 2,5 hektar kebun kopi. Sedangkan petani kopi di Parit Tomo dan Parit Lapis mengatakan, di kecamatan ini ada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tetapi tidak pernah datang ke tempat petani, apalagi memberikan penyuluhan tentang pemeliharaan dan perawatan kebun dan penanganan pacapanen.

Di beberapa lokasi, pemerintah daerah bekerja sama dengan petani segera membangun kebun percontohan, terutama kebun kopi dan kelapa. Hambatan sarana dan prasarana transportasi, serta tidak efisiennya tata niaga yang menyebabkan masih terjadinya disparitas harga secara bertahap harus dihilangkan. Sementara itu, hubungan Kualatungkal dengan Batam, Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, dan Tembilahan di Provinsi Riau lancar.

Aparat terkait diminta untuk mengawasi secara ketat pemakaian bibit, terutama kelapa sawit, kelapa dalam, dan karet, oleh petani.(NAT)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: